widgets

web widgets

Sabtu, 27 September 2014

SONGSONG USABHA SAMBAH DESA SENGKIDU GELAR PORSENI

Menyongsong pelaksanaan Aci Usabha Sambah di Desa Adat / Pakraman Sengkidu, dilaksanakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Desa, dibuka Asisten II Drs. I Made Sujana Erawan, MAP mewakili Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH (27-9-2014) di Lapangan Pemanton Desa setempat ditandai pelepasan balon udara.
 Ketua Panitia I Gede Sumarpa, S.Pd melaporkan, pelaksanaan Porseni yang digelar di Desa Adat sengkidu sebagai wahana pertandingan olahraga dan seni, digelar menjelang pelaksanaan Aci Usabha Sambah di Pura Puseh. Sedangkan tujuan Porseni antara lain memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, membina sikap mental generasi muda, memupuk semangat persatuan dan kesatuan,  prestise dan prestasi atlit serta memupuk semangat kekeluargaan serta  melestarikan seni budaya.
 Porseni Desa Adat Sengkidu ke XI akan dilaksanakan dari tanggal 27 September  sampai 8 Nopember  2014 dengan mempertandingkan sejumlah cabang olahraga antara lain Bola Volly, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Catur, Tarik Tambang Putra-Putri, Jalan Santai dan Balap Karung untuk anak SD. Sementara pada cabang seni dilombakan Membuat Penjor, Lamak, Penataan Telajakan,  Lomba Membuat Ketupat, Lomba Mewarnai dan melukis bagi Anak. Kegiatan diikuti oleh Banjar Dinas Subagan, Karangasem, Mendira, Perantauan Dharma Laksana Denpasar, Perantauan Sejatiyasa Klungkung, Perantauan Sabha Werdi Santhi Karangasem, Hotel Rama Candidasa, Candi Beach Cotage, The Nirwana Resort and Spa, Anom Beach Rentourant nad Bungalow, Mahasiswa LP2M Universitas Mahendradata dan SMA dan SMP Pendidikan Dharma Kirti. Kegiatan juga didukung TK Fajar Harapan, SD 1 Sengkidu dan SD 2 Sengkidu. Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan didukung sumbangsih pendanaan dari LPD, Perbekel, Desa Adat, Kupon berhadiah serta dari lembaga dan pihak ketiga secara sukarela.
 Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH, dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten II Drs. I Made Sujana Erawan, mengatakan,  olahraga sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa bernegara berfungsi sebagai salah satu instrument pembangunan bangsa. Generasi muda sebagai penerus bangsa menduduki peranan penting sekaligus sebagai kekuatan pembangunan dalam meningkatkan prestasi olahraga  mewujudkan masyarakat yang berprestasi dan berkarakter. Porseni Desa Sengkidu merupakan salah satu sarana untuk mengasah ketrampilan dan motivasi pemuda mencintai olahraga  sebagai kegiatan positif  sebagai salah satu peran membangun dunia keolahragaan itu sendiri di tengah masyarakat. Olahraga selain menyegarkan juga menyehatkan masyarakat dan mengangkat harkat dan martabat melalui pencapaian prestasi olahraga. Kondisi keolahragaan Karangasem yang masih relatif perlu dibina, antara lain melalui penyelenggaraan Porseni dapat menumbuhkan bibit atlit-atlit olahraga yang handal.
 Pembukaan Porseni dimeriahkan Demontrasi senam Poco-Poco oleh PKK Desa setempat dan Senam Yoga binaan I Made Lali Yogantara, dihadiri para anggota DPRD dari Dapil Manggis,  Camat  Manggis, Perbekel Sengkidu pemuka dan tokoh masyarakat setempat serta  undangan lainnya.

Trend Wisatawan Tinggal Dirumah Penduduk "MENPAREKRAF GELAR LOMBA DESA WISATA DI JASRI KARANGASEM"

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu didampingi Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH.MAP saat Berkunjung ke Desa Pakraman Jasri Karangasem Guna Meberikan Penghargaan Desa Wisata, Sabtu (27/9/2014)
 Menjawab tantangan trend perkembangan pasar wisatawan baru,  dimana wisatawan cenderung ingin tinggal / menginap dirumah penduduk, Menparekraf Mari Elka Pangestu menggelar Lomba Desa Wisata III di Desa Pakraman Jasri Subagan, Karangasem, Bali (27-9-2014), didampingi Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Dadang Rizki Ratman. Desa Adat / Pakraman Jasri dipilih karena merupakan Desa Wisata Nasional Terbaik 2013, dihadiri Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH, Ketua DPRD I Nengah Sumardi, SE, M.Si.
 Bupati Karangasem I Wayan Geredeg. SH ,melaporkan,  Kabupaten Karangasem sebagai salah satu Kabupaten tertinggal di Bali  melalui pengembangan sektor kepariwisataan telah mampu menurunkan angka kemiskinan dari semula sekitar 35.000 kini selama 10 tahun sudah tinggal 5,3 % lebih rendah dari rata-rata nasional. Keberhasilan itu tidak terlepas dari peran dan andil sektor pariwisata yang mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dibidang pariwisata, diperolehnya pemasukan berupa PAD dari keberadaan akomodasi wisata serta nilai tambah yang diperoleh masyarakat sekaligus menambah kesejahteraan secara langsung.

KARYA SENI KREATIF PANG PING LIMBAH BAMBU DISULAP JADI MINIATUR PELINGGIH ARTISTIK



 Bakat dan talenta seseorang ternyata tidak dapat bisa dipungkiri, jika memang sudah melekat akan muncul dalam ekspresi atara lain dalam bentuk visualisasi karya. Demikian halnya dengan sosok I Ketut Sandiarta alias  PangPing, karyawan perusahaan ayam petelur yag saban hari bergelut dengan pembuatan kandang ayam, memberi pakan ayam dan pemeliharaan kesehatan ayam, memiliki talenta seni, trampil membuat miniatur pelinggih berbagai jenis seperti Padmasana, Padmasari, Gedong Kemulan, Gedong Pengelingisir Rong II, Bale Piasan, Meru dan Wadah atau Bade dsb. Adapun bahan yang dimanfaatkan adalah limbah potongan pangkal bambu yang tidak bisa digunakan untuk membuat kandang ayam karena sangat tebal (basang - tiing)). Dengan ketekunan dan hoby yang dimiliki, Sandiarta, mengerjakan karya kreratifnya dengan santai selepas dari selesai bekerja sore hari mejelang petang.


Menurut penuturan Ketut Sandiarta (23) saat ditemui di rumahnya Pesedahan, Manggis Karangasem 29-9-2014,   pekerjaan membuat miniatur pelinggih hanya melampiaskan hoby dan kesenangan saja, tetapi setelah rampung bentuknya ternyata menarik banyak orang yang melihatnya karena bentuknya yang rapi dan mengandung nilai seni sesuai bentuk pelinggih sebenarnya. Padahal dalam membuat bentuk,  tidak menggunakan ukuran pasti, hanya berupa reka-reka menyesuaikan dengan tempat dan besar kecilnya bentuk pelinggih. Setelah dibuat ternyata terasa  menyenangkan dan jika ada yang ingin memiliki miniatur pelinggih yang berbahan baku pangkal bambu itu bisa dibuatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal.

BUPATI BUKA JAMRAN KEC SELAT 2014 "Diikuti 760 peserta"

         
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, saat membuka Jamran Kecamatan Selat 2014, Sabtu (27/9/2014) di Lapangan Umum Kecamatan Selat
          Pramuka Satuan Penggalang tingkat Kwartir Ranting Kecamatan Abang melaksanakan Perkemahan  dalam kegiatan Jambore Ranting Selat 2014 (Jamran) diikuti 760 orang orang pramuka dan
untuk kegiatan KMD di ikuti oleh guru guru dari tingkat SD,SMP,SMA/SMK Kec. Selat sebanyak 131 orang guru, dibuka Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH (27-9-2014) di  Lapangan Umum Kecamatan Selat.
 Ka. Kwaran Selat Dra. I Gusti Ayu Gede, melaporkan, pelaksanaan perkemahan besar Satuan Pramuka Penggalang tingkat Kwartir Ranting Kecamatan Selat  dengan nama Jambore Ranting Selat  2014 (Jamran) diikuti 760 orang 131 guru peserta KMD dari tingkat SD,SMP,SMA/SMK Kec. Selat. Kwaran Selat memiliki pembina aktif yang berkualifikasi KMD sebanyak 119 orang, berkualifikasi KML 4 orang serta didukung Pelatih dengan kualifikasi KPD 3 orang (2 orang sudah purnabakti) dan dengan kualifikasi KPL 1 orang (Sudah purnabakti). Untuk itu  dilakukan motivasi dalam menumbuhkan pembina pramuka yang handal melalui Kursus Pembinaan Pramuka Tingkat Mahir Dasar secara swadana untuk . Adapun tujaunnya  agar mereka menjadi manusia yang berkepribadian, berwatak dan berbudi luhur yang : tinggi metal, moral, budi pekerti, kuat keyakinan agamanya, tinggi kecerdasan dan keterampilannya, kuat sehat jasmani dan rohani.  Untuk menjamin keserasian, keselarasan dan kesinambungan dalam usaha pembinaan generasi muda mulalui pendidikan kepramukaan maka gerakan pramuka berusaha mengadakan hubungan yang erat dan kerja sama anggota penggalang.

MENPAREKRAF ELKA PANGESTU "Program Desa Wisata Optimis Berlanjut Karena Pro Rakyat"


Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Elka Pangestu ke Kabupaten Karangasem, Sabtu (27/9/2014)
Program Desa Wisata optimis bisa berlanjut terus mengingat merupakan program pro rakyat berbasis pemberdayaan dan berorientasi pada masyarakat desa. Kendati terjadi peralihan kepemimpnan dalam Kabinet yang terpenting adalah substansi dari program yang sejalan dengan misi pemerintahan baru.

 Menparekraf Elka Pangestu menegaskan hal tersebut didepan Pers usai menyerahkan penghargan Desa Wisata di Desa Adat Jasri Subagan Karangasem Bali (Sabtu, 27-9-2014). Ia merasakan event pemberian penghargaan terhadap pemenang Lomba Desa Wisata bagaikan pemberian Piala Oscar di Ameriaka amun rasa nuansa pedesaan dan kerakyatan. Justru inilah model program pembangunan yang sekarang menjadi tend, melibatkan masyarakat, dirasakan langsung dan memajukan ekonomi masyarakat. Jika selama ini kue pariwisata sebagian besar dinikmati kaum pemodal, kini saatnya rakyat yang mesti menjadi penentu utama bukan lagi pengusaha besar. Bahkan para wisatawan kini enggan menginap di lokawisata yang tak ada peghuninya, tetapi mencari tempat peristirahatan yang ada penghuni untuk diajak berinteraksi.

 Model konsep PNPM Desa Wisata adalah jawabannya, dimana wisatawan disiapkan bisa berada ditengah masyarakat mengetahui,  merasakan serta  larut ada didalam aktifitas warga, menikmati pelbagai aktifitas sosial, seni, keseharian dan event spiritual yang apa adanya. Namun guna mewujudkan itu,  wajib diperhatikan dan disiapkan masalah sanitasi, kebersihan, kenyamanan, aspek pendukung baik kerajinan, kesenian, budya dan atraksi lainnya sehingga didalam desa wisata itu memberi inspirasi bagi wisatawan dapat menghibur dan memberi daya tarik. Memang sebagian wisatawan senang berkunjung ke tempat sepi namun sebagian lagi ingin ada didalam kehidupan masyarakat pedesaan yang jauh dari ketergesaan, hiruk pikuk ekonomi dan sederhana.

 Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan, terkait program desa wisata Karangasem justru telah memetakan keberadaan desa-desa wisata yag dapat diarahkan untuk bisa menjadi tempat berwisata para wisatawan manca negara maupun dalam negeri. Tahun 2014 ada 10 desa wisata sudah dibina untuk menyongsog era pariwisata berbasis kehidupan masyarakat secara langsung. Disamping itu untuk wisatawan yang suka dengan spiritual juga disiapkan desa-desa yang memiliki potensi spiritual seperti Besakih, Sidemen dsb. Karangasem cukup kaya dengan aktifitas spiritual mengingat didukung paling banyak Pura Kahyanga Jagat di Bali diantara Kabupaten lain seperti keberadaan Kahyangan Jagat Pura Besakih, Pura Luhur Lempuyang, Pura Andakase, Pura Dalem Puri, Pura Silayukti, Pura Rambut Petung di Pesedahan Manggis (sesuai Lontar Padma Bhuana), Pura Pasar Agung Giri Toangkir di Sebudi Selat, Pura Bhur Buah Swah di Seraya Karangasem dan Pura-pura lainnya yang memiliki riwayat dan sejarah unik.

 Menyangkut kebersihan desa wisata, Bupati Geredeg menegaskan, Pemkab Karangasem bahkan selama ini terus menerus tanpa henti melakukan gebrakan gerakan anti sampah plastik. Semua desa dimotivasi untuk mengumpulkan sampah plastik melalui rintisan bank-bank sampah dan setelah terkumpul dibeli Pemeritah Kabupaten dengan harga Rp. 2.000 per kilogram. Bahkan di Desa Adat Jasri telah melakukan gerakan tersebut sejak beberapa tahun sehingga mendukung kenyamanan dan kebersihan desa wisata Jasri yang berhasil menjadi Desa Wisata Terbaik Nasional tahun 2013.

 Demikian pula terkait keberadaan LPD (Lembaga Perkreditan Desa) sudah berhasil memberi fasilitas modal bagi masyarakat yang hendak mengembangkan akomodasi pariwisata sehingga bisa langsung diikmati keuntungannya oleh masyarakat. Untuk mewadahi kreatfitas dan hasil kerajinan masyarakat Pemkab Karangasem juga telah membangun UKM Centre agar menjadi pusat pasar kerajinan khas Karangasem sebagai salah satu  paket perjalanan wisata dan membeli souvenir di Karangasem.

Karangasem Raih Penghargaan Nasional Desa Wisata Terbaik

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH.MAP
Kabupaten Karangasem kembali menunjukan keberhasilan dalam melaksanakan misi pembangunan. Kali ini prestasi pembangunan pariwisata diraih oleh Desa Pakraman Jasri berupa penghargaan Nasional Desa Wisata Terbaik. Rencananya penghargaan tersebut  diserahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, Sabtu (27/9/2014), di Bale Banjar Desa Pakraman Jasri, Karangasem.
Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg, SH, mengatakan, keberhasilan meraih prestasi penghargaan Nasional Desa Terbaik tidak terlepas dari kebijakan pembangunan di bidang pariwisata terutama dalam menata dstinasi ODTW yang berorientasi Desa Wisata.

Jumat, 26 September 2014

MUSKAB VII PPNI KAB. KARANGASEM "Arsiawan Adi Ketua Baru Terpilih"

Penyerahan Pataka PPNI kepada Pengurus Baru PPNI Karangasem Arsiawan Adi, Jumat (26/9/2014),di Gedung DPRD Kab. Karangasem
Muskab VII PPNI  Kab.  Karangasem yang mengusung thema Meningkatkan profesionalisme perawat dalam menyongsong AFTA 2015, dilaksanakan 26-9-2014 di Gedung DPRD Kab. Karangasem dibuka Wakil  Bupati Karangasem I Made  Sukerena, SH.
Wakil Bupati I Made Sukerana, SH mengatakan, dengan disyahkannya UU Keperawatan oleh DPR, perawat dituntut melayani pasien dengan profesional sesuai ketentuan yang berlaku. Keberadaan Undang-undang Keperawatan dapat diibaratkan bagai  pisau bermata dua, bila bisa memanfaatkan dengan baik akan melindungi, bila salah menggunakan akan membinasakan. Organisasi yang kuat perlu memperhatikan tiga hal pokok yaitu masalah kesehatan, pendidikan, dan masalah hukum. Maka PPNI Kab. karangasem sangat perlu melakukan kerja sama dengan lembaga bantuan hukum atau mengadakan seminar-seminar masalah hukum kesehatan" ujarnnya.
Ketua Panitia Muskab I Nyoman Adnyana Surapati, SST  melaporkan bahwa Muskab ini diselenggarakan setiap 5 tahun untuk memilih pengurus baru dan membuat program kerja sesuai konddisi dan situasi saat ini. Ia juga menambahkan bahwa anggota PPNI yang terdaftar di Karangasem  berjumlah 414 orang, mereka bekerja di berbagai instansi Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik swasta. sebelum dilakukan Muskab, panitia juga mengadakan seminar Hypnotherapy dengan narasumber seorang dr. Agus Shuarsedana, Sp.khusunnya, CH, CHt, CI.
Muskab VII PPNI Kab. Karangasem akhirnya berhasil memilih ketua baru periode 2014-2019 Ns. I Wayan Arsiawan Adi, S.Pd, SE, S.Kep, MPH. Dalam kesempatan tersebut Arsiawan Adi  mengatakan, ke depan tugas-tugas pengurus baru lebih berat. Disyahkannnya UU Keperawatan sebagai kado istimewa buat perawat di Indonesia dan pengurus baru PPNI Kab. Karangasem pada khususnnya akan  membawa implikasi terhadap penyesuaian ketentuan-ketentuan mengenai praktek mandiri keperawatan. Perawat dituntut untuk selalu bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi yang berkembang begitu cepat.  Dengan dukungan semua pengurus dan anggota,  optimis organisasi PPNI di Karangasem bisa  memberikan kontribusi terhadap pembangunan khususnnya di bidang kesehatan. Pengurus baru dalam program kerjanya juga merekomendasikan perawat di Karangasem agar bisa memakai baju seragam batik PPNI sekali seminggu saat bekerja di manapun perawat bertugas.” 
Ketua PPNI Bali Drs Dewa Agung Ketut Sudarsana, MM,  menekankan bahwa tantangan ke depan dalam menghadapi AFTA 2015 tidak ringan. Pengurus baru perlu merumuskan program-program kerja sesuai undang-undang  yang berlaku untuk  meningkatkan profesionalisme, mengup-date pengetahuan dan penguasaan teknologi bidang keperawatan  dalam menghadapi persaingan  global.

Insinyur listrik Jerman Peter Karang Pulang Kampung "RINTIS KETAHANAN ENERGI TERBARUKAN VEGETABLE OIL"

     
AA Gede Karang(Gung Peter) di dampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Karangasem, Drs. I Putu Arnawa,S.Ag,M.Si saat bertandang ke Bagian Humas Pemda Karangasem, Jumat (26/9/2014)
      Terpanggil pulang ke kampung halaman Kota Amlapura Karangasem bagi seorang Cendekiawan – Ilmuan kelas Internasional selevel Habibie tidaklah lazim. Namun hal itu tidak berlaku bagi AAG Piter Karang, Diplom-Ingenieur Alumnus Perguruan Tinggi Teknik di Koeln Jerman Barat. Dia memilih pulang ke kampung halamannya setelah melanglang buana dan bekerja pada galangan kapal selam,pabrik mesin turbin dan mesin perkakas, terakhir sebelum pensiun sebagai Analis Kebijakan Industri Pertahanan dan setelah itu Kepala Bidang Pemetaan Potensi Iptek di Kementerian Ristek RI era Gus Dur, Megawati, dan SBY. Putra sulung mantan Bupati Karangasem AA Gede Karang itu, saat di temui (26/9/2014) di Amlapura, mengaku kini mengakhiri pengabdiannya sebagai seorang praktisi teknik di industri Jerman serta staf ahli di kementerian, dengan memberi purnabaktinya dan sumbangsih bagi tanah leluhurnya Karangasem. Ilmuan yang dikenal sangat nyentrik di Ristek karena rambut gondrongnya, di mana hanya dia yang dibolehkan berpenampilan seperti itu di kantornya.

Kamis, 25 September 2014

Bupati Karangasem Tinjau Proyek Padat Karya Infrastruktur Daerah Terpencil

         
Bupati Karangasem Tinjau Proyek Padat Karya Infrastruktur, Kamis (25/9/2014) di Bebandem
         Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg, SH didampingi Kepala Disnakertrans,  I Gusti Nyoman Arya Sulang, SH, Camat Bebandem, Drs I Made Sugiarta, M.Si, Kepala Dusun Tanah Ampo, I Wayan Sridep, dan Tokoh Masyarakat setempat, I Ketut Latra meninjau proyek pembangunan jalan di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Kamis (25/9/2014).
           Bupati Karangasem meninjau pembangunan badan jalan berukuran 3 kilometer x 5 meter yang merupakan proyek padat karya dibiayai APBD melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di daerah terpencil.
          Dalam peninjauanya, Bupati berharap, program padat karya dapat berdampak positif bagi masyarakat. Disamping itu, dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat karena memberdayakan 198 tenaga swadaya di daerah pinggiran tersebut.
           “Program padat karya ini memiliki banyak manfaat, selain mempercepat pembangunan infrastruktur daerah terpencil, juga membuka peluang kerja bagi masyarakat Jungutan serta meningkatkan perekonomian, pendidikan, dan kesehatan warga,” terang Bupati.
           Sementara Kadisnakertrans Karangasem, I Gusti Nyoman Arya Sulang, SH mengatakan, Kabupaten Karangasem memiliki 5 lokasi kegiatan padat karya infrastruktur, diantaranya Batu Ampin, Nampo, Yeh Kori, dan Kalanganyar. Proyek berupa pembukaan badan jalan mulai dibuka dari 26 Agustus sampai dengan 23 September 2014 dengan  total dana 368 juta 400 ribu rupiah.

Rabu, 24 September 2014



PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM BESERTA SELURUH JAJARAN
MENGUCAPKAN
“SELAMAT HARI STATISTIK NASIONAL KE-26
26 SEPTEMBER 2014
SEMOGA MELALUI PERAN BADAN PUSAT STATISTIK
DAPAT DIKEMBANGKAN SISTEM DATA NASIONAL YANG AKURAT & AKUNTABEL
DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN DAERAH  
KHUSUSNYA KABUPATEN KARANGASEM
 GUNA MEWUJUDKAN
JAGADHITA YA CA ITI DHARMA
Bupati Karangasem


 
I Wayan Geredeg, SH, MAP