![]() |
| Peletakan batu pertama pembangunan Pura dalem Majapahit Ampel Gading Malang, Selasa (9/9/2014) |
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg,
SH, MAP bersama Bupati Malang Rendra Kresna melakukan peletakan batu pertama
mengawali pembangunan Parahyangan Pasraman Sang Hyang Aji Pasopati Pura
Majapahit di Desa Mulyosari Ampel Gading Malang Selatan, diawali penyerahan
bantuan dan penandatangan prasasti dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Made
Sukerana, SH bersama Ibu, Ketua PHDI Pusat I Ketut Wiana, PHDI Malang,
FKUB Malang dan sejumlah kiyai, pemuka masyarakat setempat serta sekitar
1.500 umat Hindhu setempat.
Ketua PHDI Malang Sutomo melaporkan, upaya merintis pembangunan Pura Hyang Pasupati sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa di wilayah Ampel Gading mendapat bantuan penuh dari Pemerintah Kabupaten Malang, Lembaga Purbakala Jawa Timur serta partisipasi umat setempat serta dukungan penuh dari panitia Bali khususnya Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, yang menaruh perhatian serius sejak lama. Kawasan lokasi Pura merupakan bagian dari penemuan benda Purbakala situs Candi Jawar yang diyakini terkait dengan Kerajaan Majapahit dimasa lalu.
Ketua PHDI Malang Sutomo melaporkan, upaya merintis pembangunan Pura Hyang Pasupati sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa di wilayah Ampel Gading mendapat bantuan penuh dari Pemerintah Kabupaten Malang, Lembaga Purbakala Jawa Timur serta partisipasi umat setempat serta dukungan penuh dari panitia Bali khususnya Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, yang menaruh perhatian serius sejak lama. Kawasan lokasi Pura merupakan bagian dari penemuan benda Purbakala situs Candi Jawar yang diyakini terkait dengan Kerajaan Majapahit dimasa lalu.
Bupati
Karangasem I Wayan Geredeg, SH, MAP mengatakan, upaya hendak merintis
pembangunan Pura Hyang Pasupati yang juga diekenal sebagai Dalem Majapahit
tidak semata untuk kepentingan spiritual umat hindhu nusantara semata,
melainkan untuk membangun wilayah dan ekonomi masyarakat sekitar yang masih
relatih terpencil. Dengan keberadaan Pura setempat nantinya diayakini dapat
mengembangkan berbagai sektor seperti ekonomi pedesaan, pariwisata serta
transportasi wilayah. Dicontohkan keberadaan Pura Semeru Agung di Senduro
Lumajang berhasil membawa dampak ekonomi yang dapat meningkatkan taraf
kesejahteraan warga sekitar. Oleh karenanya penting untuk dilakukan dukungan
bantuan pembangunan infrastruktur jalan yang layak, sebagai kunci utama
pengembangan daerah setempat. Bahkan salah satu warga tokoh muslim setempat
merelakan tanahnya disumbangkan untuk badan jalan untuk memperlancar
transportasi menuju kawasan Pura setempat.
Bupati
Malang Rendra Kresna mengaku salut dan akan mendukung penuh pembangunan situs
Pura dan pengembangan wilayah setempat seraya langsung menjanjikan tahun
2015 jalan sepanjang 3 Km menuju Pura tersebut segera diaspal. Dikatakan hanya
dengan ketersediaan infrastruktur jalan maka kelancaran transportasi,
pembangunan ekonomi masyarakat dan perintisan keparwiwisataan dapat dialakukan.
Rendra Kresna bahkan meyakinkan akan memproteksi wilayah situs Ampel Gading
sebagai warisan budaya yang harus dijaga keasrian dan kesakralan lokasi
peninggalan dan Pura melalui penataan peruntukan kawasan. Ia menyampaikan
terima kasih kepada Bupati Karangasem yang telah membantu masyarakat hindhu
setempat dalam membangun sarana tempat ibadah sehingga rasa ibadah umat lebih
meningkat.
Usai
memberikan bantuan sebesar Rp. 10.000.000 diterima Ketua Panitia Ketua PHDI
Malang Sutomo dan penanda tanganan prasasti Bupati Malang Rendra Kresna
melakukan peletakan batu pertama dilokasi pembangunan pelinggih Pura diikuti
Bupati Karangasem I Wayan geredeg, SH, MAP, Wakil Bupati Karangasem I Made
Sukerana, SH, Ketua PHDI Pusat, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Camat Ampel Gading
dan unsur lainnya. Dalam kesempatan tersebut dilakukan persembahyangan bersama
dipimpin rokhaniawati Singgih Pandito Putri Widyaningsih Nirmala.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar