![]() |
| Kepala Bappeda
I Ketut Sedana Merta, ST, MT (kiri) - Kepala Bappeda I Ketut Sedana Merta, ST, MT (kanan) |
Program Bedah Rumah yang
menjadi salah satu program pro rakyat di
Kabupaten Karangasem, mendapat perhatian
serius Bupati Karangasem I Wayan Geredeg. Setelah bisa meraup realisasi
bedah rumah sekitar 3.000 unit lebih hingga tahun ini, kini sisa kebutuhan bedah rumah sekitar 6.000 lebih
ditargetkan bisa dituntaskan pada tahun 2015 mendatang dari seluruh kebutuhan
rumah kurang layak huni yang harus direhabilitasi sebanyak
11.096 unit.
Menurut Kadisos Kab.
Karangasem Drs. I Made Sosiawan (15-9-2014), untuk menggarap sisa bedah rumah
yang masih ada diinstruksikan untuk dilakukan secara keroyokan baik dari
Pemkab, Pemprov, sumber APBD serta peran serta dunia swasta dalam bentuk
CSR. Program bedah rumah yang
sudah dilaksanakan selama ini bersumber dari pembiayaan APBN, APBD I, APBD
II serta CSR pihak swasta. Tahun 2014 Pemkab Karangasem menargetkan
bedah rumah sebanyak 97 unit pada APBD Induk dan
25 unit pada APBD Perubahan dengan besaran dana 15 juta per unit. Selain bedah
rumah juga dilaksanakan rehab rumah dengan besaran 6 juta rupiah sebanyak 38
unit.
Sementara itu Kepala Bappeda
I Ketut Sedana Merta, ST, MT menjelaskan, dalam menyasar rehabilitasi rumah warga
kurang mampu selain terencana melewati sumber pendanaan APBD II, Pemprov
Bali dan APBN, juga dikejar melalui skim pendanaan Istansi pusat seperti Kementerian.
Tahun ini Karangasem berhasil meloloskan program percepatan pembangunan
rehabilitasi rumah sebanyak 561 unit yang direalaisasi di Kecamatan Abang.
Bahkan tahu ini juga Karangasem berhasil memperoleh
tambahan program sebanyak 357 unit yang direncaakan dilaksanakan di
Kecamatan Selat, Kecamatan Karangasem sejumlah 600 unit dari sumber bantuan
stimulan perumahan swadaya Kemenpera RI. Jumlah sisa rehabilitasi rumah kurang
layak huni di Kabupaten Karangasem pasca prifikasi, mekar lagi menjadi sekitar 900 unit.
Kepala
Bappeda Sedana Merta menyampaikan terima
kasih kepada pihak pemerintah
pusat maupun swasta yang telah membantu pembangunan rehabilitasi perumahan
kurang layak huni di Kabupaten Karangasem, yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap Karangasem dengan
memberikan bantuannya. Pemkab
Karangasem selama ini terus berupaya
untuk membantu masyarakat yang masih memerlukan, jika sudah layak memenuhi kriteria pasti
dibantu sepanjang diusulkan oleh instansi
berwenang.
Ditambahkan,
pelaksanaan program bedah rumah diharapkan
memenuhi tiga hal yakni tepat target, tepat sasaran dan tepat guna,
jangan sampai menimbulkan permasalahan.
Persyaratan untuk bantuan bedah rumah selain memang benar-benar berasal dari keluarga tak mampu (miskin), juga
menempati lahan yang tidak bermasalah.
Masalah kemiskinan yang masih dihadapi selama ini harus ditanggulangi
secara terpadu antara pemerintah, BUMN, swata dan pihak ketiga lainnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar