widgets

web widgets

Kamis, 18 September 2014

TINGKATKAN PEMBELAJARAN SASTRA AGAMA KARANGASEM GELAR LOMBA UDG

Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, SH membuka Lomba UDG, Kamis (18/9/2014) di SKB Jasri
Guna meningkatkan kegemaran pembelajaran sastra agama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem menggelar Lomba Utsawa Dharma Gita (UDG), dibuka Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, SH , Kamis (18-9-2014) di SKB Jasi, Subagan Karangasem.
 Kadisbudpar I Wayan Purna, kegiatan lomba utsawa dharma gita dilaksanakan dalam rangka memberikan ruang bahwa anak-anak generasi penerus bangsa harus dipersiapkan sejak dini agar mampu melaksanakan kewajibannya di tengah-tengah masyarakat yakni melaksanakan swardamanining agama dan swardamaning Negara serta di harapkan dapat menumbuhkan kegairahan untuk mempelajari kembali dan mengembangkan kreativitas dalam bidang pemahaman sastra agama. Kegiatan ini memberi pertanda bahwa betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap perkembangan aspek-aspek kehidupan masyarakat dalam hal keagamaan di Kabupaten Karangasem, hal ini dapat dikatakan sebagai support yang mampu mendorong , khusunya agama hindu sehinga masyarakat akan  lebih mengingatkan upaya-upaya nyata dalam bentuk aktifitas kehidupanya.
 Dasar pelaksanaan kegiatan lomba utsawa dharma gita tingkat Kabupaten adalah  Keputusan Bupati Karangasem No.245/HK/2014 tanggal 18 Maret 2014 tentang pembentukan dan susunan keanggotaan tim Pembina utshawa Dharma Gita Kabupaten Karangasem tahun 2014. Peraturan Bupati Karangasem nomor 40 tahun 2013 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2014Adapun maksud dilaksanakan lomba utsawa dharma gita tingkat kabupaten Karangasem adalah Memberikan wadah kepada generasi muda yang dimulai dari tingkat anak-anak, remaja dan dewasa untuk dapat menyalurkan dan menunjukan segala kemampuan yang dimiliki ke arah yang positif guna lebih memahami budaya dan sastra agama hindu, Untuk mencari pemenang yang nantinya ditunjukan untuk mewakili kabupaten karangasem dalam ajang lomba utshawa dharma gita di tingkat provinsi bali.
 Sedangkan tujuan pelaksanaan kegiatan meliputi Untuk membentuk generasi penerus yang berakhlak mulia, bermoral dan berbudi pekerti luhur, berpengetahuan serta memiliki kecerdasan dan pengtahuan luas. Sebagai media pembelajaran karena kegiatan ini mengandung nilai pendidikan sekaligus member ajaran-ajaran agama hindu kepada masyarakat karangasem secara luas.
Kegiatan lomba utshawa dharma gita tingkat kabupaten karangasem akan dilangsungkan selama 2 hari yakni tanggal 18 sampai dengan 19 september 2014 bertempat di aula SKB jasri dan pesertanya diikuti oleh 8(delapan) kecamatan se-kabupaten karangasem.
Sedangkan  jadwal pelaksanaan lomba adalah taggal 18 September 2014, materi yang di lombakan antara lain Sloka tingkat anak dan remaja putra,  Palawakya dewasa putra dan remaja putrid, Dharma wacana dewasa dan Dharma widia tingkat SMA. Untuk tanggal 19 September 2014, materi yang di lombakan  adalah  Sloka tingkat anak dan remaja putri, Palawaknya dewasa putri dan remaja putra, Dharma wacana tingkat anak dan remaja, Dharma widia tingkat SD dan SMP.
           Kejuaraan lomba utsawa dharma gita akan ditentukan oleh tim dewan juri dengan kategori pemenang juara I, II dan III. Bagi yang memperoleh juara I (satu) akan ditunjuk untuk mewakili Kabupaten Karangasem dalam ajang lomba utsawa dharma gita di tingkat provinsi bali tahun 2015 mendatang. Pada bulan Juli lalu tepatnya tanggal 11 s/d 15 juli 2014, Kabupaten Karangasem ditunjuk untuk mewakili Provinsi Bali dalam Lomba Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional ke XII Tahun 2014 yang diselenggarakan di Provinsi DKI Jakarta dan berhasil mendapat juara I pada materi Lomba Membaca Sloka Tingkat Anak-Anak dan Juara Harapan II pada materi Lomba Palawakya Tingkat Dewasa Putri.
           Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, SH merasa    merasa bangga dan menyambut gembira diselenggarakannya kegiatan karena merupakan ajang peningkatan kecerdasan intelektual dan spiritual di bidang seni sastra agama khusunya Agama Hindu. Dharmagita juga merupakan salah satu aktifitas religius budaya Hindu yang perlu dikembangkan untuk meningkat kualitas hidup dan kehidupan serta mampu memaknai sebagai umat Hindu dalam kehidupan sehari-hari
         Dikatakan, dengan keikut sertaan masyarakat dari semua tingkat umur juga sangat diharapkan sehingga kemampuan mengamalkan dan melestarikan serta mengembangkan Dharmagita tidak hanya menjadi monopoli golongan tua. Akan tetapi memulai dari anak-anak dan remaja sudah ikut  mengembangkan Dharma Gita sebagai metoda mengamalkan Dharma. Lebih luas lagi kegiatan dharma gita berfungsi meningkatkan budaya bangsa dan sekaligus sebagai penangkal pengaruh budaya asing yang bersifat negatif.  Sudah seyogyanya pelaksanaan utsawa Dharmagita tingkat Kabupaten Karangasem dapat dilaksanakan secara terus menerus. Kita tidak ingin adanya putus generasi dalam hal pemahaman sastra agama. Karena sastra agama merupakan sesuatu yang mempunyai nilai hakiki dan sangan fundamental utamanya dalam hal mendidik moral serta etika masyarakat.
            Dihimbau kepada para tokoh masyarakat serta tokoh agama,  agar ikut berperan dalam rangka ikut menjaga dan mengembangkan ajaran ajaran agama lewat memberikan pembinaan atau penyuluhan sehingga masyrakat akan merasa mendapat siraman  rohani dalam hal pengetahuan intelek tual serta spiritualnya. Diharapkan pula,  para peserta lomba agar menjadikan ajang ini sebagai upaya meningkatkan peran serta generasi muda sebagai penerus dan penggerak pembangunan sehingga mampu menunjukan jati diri sebagai generasi yang memiliki kemampuan, kecerdasan, keterampilan serta memiliki daya kreatifitas dan semangat untuk mengembangkan diri kearah yang lebih baik, berprilaku positif yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negra. Dihimbau gar jangan kegiatan ini dijadikan ajang mengejar juara semata, namun lebih dalam lagi harus bisa memaknai sebagai sarana menambah wawasan serta pembelajaran dari kearah yang lebih baik.
          Dalam kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah, bagi yang kalah jagan pesimis dan berkecil hati karena sesungguhnya seluruh peserta adalah merupakan duta – duta yang berprestasi dan merupakan insan-insan muda Karangasem yang nantinya bisa membawa Karangasem “Jagadhita Ya Ca iti Dharma”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar